-
R.I.P My Grandma
Assalamualaykum wr.wb
Innalillahi wa innailahi rojiun„,
Pada Senin, 14 Mei 2012 lalu, saya sekeluarga dikejutkan dengan berita kematian nenek saya tercinta. hiks…hiks…hiks…
Nenek saya meninggal akibat stroke yang beliau telah derita selama kurang lebih enam bulan. Sedih…pastimiii… menyesal….SANGAT„
Saya sudah dua tahun tidak bertemu dengan beliau. Terakhir itu tahun 2009 (klu tidak salah), waktu saya masih kelas satu SMA dan yang membuat saya sangat menyesal adalah karena saya tidak pulang waktu tahun 2011 kemarin untuk melihat keadaaannya. Padahal waktu itu saya punya banyak waktu libur, dan waktu libur yang tiga bulan itu setidaknya bisa saya gunakan dengan baik untuk mambantu mama saya di kampung dan untuk menjenguk nenek saya. Sayang hanya terbuang percuma di sini.
Sekarang, setelah dua tahun berlalu, saya kembali ke kampung dan hanya melihat makam nenek saya karena nenek saya sudah pergi untuk selamanya. Sangat menyesal, itu yang saya rasakan sampai saat ini, tapi maumi diapa, tidak kembalimi juga.
Hal yang sedikit membuat saya lega dalah ketika Ayah saya bercerita mengenai prosesi pemakaman nenek saya itu, dimana beliau di antar ke peristirahatan terakhirnya oleh banyak sanak keluarga dan kerabat. Alhamdulillah.
“Dia (nenek saya) meninggal seperti pejabat, di layat oleh banyak orang”, kata Ayah saya.
Nenek saya itu meninggal di palopo senin malam dan keesokan harinya dibawa ke kampungnya di Cilalllang untuk dikuburkan, yang membuat terharu adalah keluarga tidak menyangka bahwa ternyata di kampung sudah banyak keluarga dan kerabat yang berkumpul di rumah nenek saya di sana untuk mengantar beliau, sehingga mayat terlebih dahulu singgah di sana dan kemudian di antar ke peristirahatan terakhirnya. Alhamdulillah ya Allah, ternyata banyak sekali orang yang sayang sama nenek saya.
Nenek saya itu memang di kenal dengan silaturahminya yang kuat, tak heran kalau di hari kematiannya banyak yang datang melayat. Subhanallah…
Terakhir, saya hanya berdo’a semoga kesalahan-kesalahan nenek saya di dunia diampuni dan semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Amin ya rabb…
Sekian
Wassalam
-
Red-bellied Snake (Storeria occipitomaculatus), Piedmont, NC, USA
A non-venomous snake, found in eastern North America, that feeds primarily on earth worms and slugs. They are found in loose soil or substrate, like thick leaf litter. This is a small species, with a maximum length of 12 in ( 31 cm).
(photo: Patrick Coin)
Posted on May 28, 2012 via fauna with 42 notes
Source: rhamphotheca
-
Public Transportation
Assalamualaykum wr wb.
Hari ini tanggal 24 Mei 2012 adalah hari pertama saya memulai untuk bercerita disini. Dan untuk mengawalinya, saya mau cerita mengenai angkot atau di Makassar disebut pete-pete.
Dulu waktu masih kelas dua SMA saya sempat bimbel di salah satu tempat bimbel di Makassar. Terus ada salah satu tentor bhs. inggris saya yang jangan mi nah disebut namanya karena nanti orangnya tersedak alias tassakko. Dia bilang begini,”kalian itu sebenarnya harus bangga karena disini angkotnya disebut pete-pete bukan angkot kayak di jakarta karena itu PeTe2 disingkatan dari Public Transportation. Jadi Pete-pete itu bahasa inggris dan yang berbahasa inggris itu terlihat keren, sehingga orang Makassar itu patut berbagngga karena sadar tidak sadar dia telah berbahasa inggris dalam kehidupan sehari-harinya”. Nah sejak saat itu, saya bangga apabila menyebut kata “PeTe2”.
Ngomong-ngomong soal kaya, kebanyakan orang berpikir klu kaya itu harus punya rumah mewah dan paling penting punya mobil pribadi. Saya kurang setuju dengan itu, karena menurut saya orang kaya itu adalah orang yang kalau mau kemana-mana dia naik Pete-Pete. Kenapa ? yah, karena dia selalu pergi kemana-mana mengunakan pete-pete dengan supir yang berbeda-beda. Contohnya ke kampus, mahasiswa yang naik mobil mewah ke kampus itu datang dan pulang dari kampus dengan mobil yang sama, sementara yang naik pete-pete setiap harinya datang dan pulang dari kampus dengan pete-pete yang berbeda. Sungguh betapa kayanya mahasiswa yang naik pete-pete itu. Dan saya bangga jadi mahasiswa yang naik pete-pete.
Tapi, yang membuat miris, kebanyakan orang malu naik pete-pete. Kenapa ???Padahal klu kita naik pete-pete, itu artinya kita sudah peduli terhadap lingkungan dibanding bila kita pake kendaraan pribadi, itu sangat tidak ramah lingkungan. Dalam kampanye earth hour saja, selain menghemat pemakaian listrik, membuang sampah pada tempatnya dan berjalan kaki, naik kendaraan umum juga salah satu aksi yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global. Namun, sayang banyak yang tidak peduli. Mereka hanya datang di acara earth hour, tapi aksi setelahnya kurang dan bahkan tidak ada. eiitss, keluar jalur bicara soal lingkungan,..ayo kembali ke jalan yang benar.
Pete-pete mencakup tiga unsur; supir, penumpang, dan mobil pete-pete (pastimi…), dan ketiga unsur tersebut saling menyatu dan tak terpisahkan. hubungan diantaranya bukan cinta segitiga tapi hubungan yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Biar ada supir kalau tidak ada mobil sama penumpang, siapa yang nafkahi keluarganya supir ? Begitu pun biar ada mobil sama penumpang, tapi kalau tidak ada supir, mauko apa? marah ? hah? urusan elo dech…
Berbicara mengenai supir, saya mulai (amat sangat) jengkel dengan supir pete-pete jaman sekarang, banyak yang ugal-ugalan dan tidak tahu aturan lalu lintas. Sering menyerobot jalan apalagi klu lampu merah, tidak sabaran, dan seenaknya. Dan makassar sekarang macet, selain disebabkan karena mobil pribadi yang semakin padat, juga disebabkan oleh jumlah pete-pete dan supirnya yang juga semakin banyak. Biasa kalau maumi singgah ambil penumpang, langsung-langsung potong jalan. Kebanyakan dari supir ini tidak menyadari bahwa tingkahnya yang seenaknya itu bisa membahayakan orang lain.
Jumlah penumpang ideal menurut supir pete-pete itu adalah 11 penumpang, 4 sisi kiri (samping pintu), 6 di belakang supir +1 didepan pintu, dan 1 di samping pak supir yang sedang bekerja, jadi tambah dia, nyawa yang dia bawa dalam mobilnya berjumlah 12 nyawa. Belum lagi klu dia bawa mobil kencang sekali, padahal jalanan ramai. Sadar-sadarlah supir, ingat-ingatki, banyak nyawa tak bawa eee… #Teriakan hati
Lain tingkah supir, lain pula tingkah penumpang. Banyak diantara penumpang yang malas duduk berdempet-dempetan dalam mobil. Ini hal yang saya jengkel dari kebanyakan penumpang dalam pete-pete (selain saya sendiri), banyak penumpang yang kalau duduk di pete-pete itu menyerong, biasanya perempuan ini yang begini. Belum lagi kalau laki-laki yang cara duduknya ngangkang. Nda sadar sekali kalau banyak sekali na ambil tempat, padahal sama-sama jeki membayar dan jumlah yang dibayar jauh-dekat pun sama, tapi kenapa mereka begitu seenaknya, hah ??? tolong mengerti kami, penumpang yang tertindas ini !!! #Kejengkelan hati
Begitulah lika-liku kehidupan yang dijalani di pete-pete. Kabhi Khushi kabhi Gham (kadang suka kadang duka) dan kadang menegangkan terlebih menjengkelkan. Suatu hal pasti ada keuntungan dan kerugiannya, begitu pun naik pete-pete, ada keuntungan, namun ada pula kerugian. *dengan gaya peniti mawar (feni rose ngapee)*
Yah, begitulah kehidupan mahasiswa yang PP naik pete-pete. (nah loch, curhatki ???). Walau begitu saya tetap bangga jadi mahasiswa pete-pete. Harapan saya, semoga saya bisa jadi duta pete-pete (mksudnya duta Public Transportation), sehingga saya bisa menjadikan pete-pete (Public Transportation) yang ada semakin lebih baik dan teratur, sehingga kenyamana bisa tercapai. Amin.
Sekian.
Wassalam
